Dynaplast Go Private

28 April 2011 Yunus

ReportaseNews.com – Produsen biji plastik PT Dynaplast Tbk (DYNA) menyetujui ‘go private’ atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk itu perseroan akan melakukan penawaran tender saham publik dengan harga penawaran Rp4.500 per saham. Harga penawaran itu 20% lebih tinggi (premium) dari harga perdagangan tertinggi di pasar modal dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman rencana go private pada 25 Maret 2011.

Dijelaskannya, pula menjelang aksi korporasi untuk go private saham perseroan langsung melejit dari Rp 3.500 perlembar saham menjadi Rp 3.750 per lembar saham. Kemudian alasan go private masih pada persoalan tidak likuidnya saham perseroan dan permintaan dari pemegang saham publik yang ingin menjual saham.
Salah satu Dewan Direksi PT Dynaplast Tbk Andi Hartanto mengungkapkan, dasar perseroan go private karena saham perseroan yang tidak aktif diperdagangkan di publik dan kemampuan perseroan yang tidak memenuhi permintaan pasar. “Dahulu small cap berkisar USS 30 juta, tapi kini small cap sudah mencapai USS 350 juta dan karena itu saat ini kita benar-benar super small,” jelasnya pada saat public expose di Jakarta (27/4).

Penjualan konsolidasi Dyanaplast di tahun 2010 naik sebesar 8,2% menjadi Rp. 1,6 Triliun, yang disebabkan oleh kenaikan volume penjualan sebesar 12%. Laba bersih meningkat 23,7% yaitu dari Rp. 65,6 miliar di tahun 2009 menjadi Rp. 81,1 miliar di tahun 2010.
Jumlah aset meningkat sebesar 20,3% menjadi Rp. 1,5 triliun di tahun 2010, sementara ekuitas naik dari Rp. 439,4 miliar menjadi Rp. 506,4 miliar pada akhir tahun 2010, setelah adanya pembayaran dividen sebesar Rp. 15,7 miliar. Pembelian aset tetap untuk proyek-proyek baru termasuk pendirian pabrik Dyanaplast 8 di Jababeka dan pembelian tambahan pemilikan di PT. Rexplast, anak perusahaan, yang terlaksana di tahun 2010 berjumlah Rp. 344 miliar. Dyanaplast 8 merupakan pabrik Injection Moulding, khususnya untuk pembuatan tutup kemasan botol yang berteknologi modern.
“Kita harapkan proyeksi laba bisa meningkat ditengah kenaikan harga plastik yang dipengaruhi harga minyak dunia,”kata Direktur Utama Tirtadjaja Hambali pada saat public expose di Jakarta (27/4).
PT Dynaplast Tbk, menargetkan penjualan mencapai Rp 1,8 triliun atau naik sebesar 8,2% dibandingkan tahun 2010 dengan mencatatkan sebesar Rp 1,6 triliun. Kemudian perseroan juga menargetkan laba tahun ini Rp 100 miliar dari Rp 81,1 miliar ditahun 2010.
Posted in: Berita Umum, Ekonomi

July 13th 2011