Tak Bagi Dividen RUPSLB Dynaplast Setujui Rencana Go Private

Oleh: Agustina Melani

Pasar Modal - Rabu, 27 April 2011 | 14:22 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Dynaplast Tbk (DYNA) menyetujui rencana go private pada Rabu (27/4).

"Dari jumlah pemegang saham yang hadir sebesar 96%, sekitar 82%-88% menyetujui rencana go private," ujar Presiden Direktur PT Dynaplast Tbk Tony Hambali, saat paparan publik, Rabu (27/4).

Lebih lanjut ia mengatakan, pemegang saham juga menyetujui harga tender offer sebesar Rp4.500 per saham. Tony mengakui, ada beberapa pemegang saham yang belum bisa dihubungi untuk meminta persetujuan go private. "Kurang lebih di bawah 1% yang belum dapat dihubungi," tutur Tony.

Menurut Hambali, pemegang saham utama perseroan yaitu PT Hambali Dinamitra yang memiliki saham sebesar 40,1% akan mengeluarkan dana sebesar Rp425 miliar untuk tender offer. Rencana delisting ini diharapkan dapat selesai pada September 2011.

Hambali mengatakan, perseroan melakukan go private ini karena kapitalisasi pasar kecil sebesar US$40 juta di bawah nilai buku perusahaan. Selain itu, industri pun dinilai kurang memberikan potensi keuntungan ke depan sehingga kurang diminati pelaku pasar modal. "Target proses tender offer pada 7 Juli 2011, tapi ini masih tentatif karena menyangkut pihak ketiga. Untuk go private perseroan diharapkan pada September 2011," tambah Hambali.

Adapun rencana go private itu meliputi persetujuan atas penghapusan pencatatan saham perseroan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), persetujuan perubahan status perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup, pemberian wewenang kepada direksi perseroan untuk mengambil segala tindakan yang diperlukan dalam pelaksanaan rencana go private, dan pengesahan atas penunjukan penilai independen dan persetujuan atas hasil penilaian yang telah dilakukan oleh penilai independen.
Selain itu, dalam RUPSLB ini juga menyetujui perubahan seluruh anggaran dasar perseroan sehubungan dengan perubahan status perseroan menjadi perusahaan tertutup dan memberikan kewenangan kepada Direksi Perseroan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan perubahan anggaran dasar perseroan.

Dalam kesempatan sama, perseroan juga mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Perseroan juga menyetujui untuk tidak membagikan dividen 2010 serta memberikan wewenang dan kuasa dengan hak susbtitusi kepada Direksi Perseroan sehubungan dengan penggunaan laba bersih perseroan tersebut untuk melakukan investasi termasuk melakukan tindakan lain yang mungkin diperlukan dengan tidak mengesampingkan ketentuan dan peraturan yang berlaku termasuk ketentuan di pasar modal.

Hambali mengatakan, perseroan tidak membagikan dividen karena laba bersih 2010 akan digunakan untuk investasi pada 2011. Perseroan berencana akan memperluas pabrik di Thailand.

Seperti diketahui, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp81,1 miliar dan pendapatan sebesar Rp1,6 triliun pada 2010. Aset perseroan sebesar Rp1,5 triliun dan ekuitas sebesar Rp506,4 miliar pada 2010. [cms]

July 13th 2011